Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan mengatakan kebutuhan akan figur menteri yang kuat dalam koordinasi lintas sektor semakin penting karena berbagai agenda strategis pemerintah saling berkaitan, mulai dari transisi energi, industrialisasi berbasis sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi hijau.
Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menghadirkan pemimpin yang mampu menjembatani kepentingan berbagai kementerian, dunia usaha, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Baca Juga:
Prabowo Bentuk Universitas Republik Indonesia untuk Cetak Pemimpin Masa Depan, Konsepnya Tiru Sekolah Elite Prancis
"Indonesia membutuhkan lebih banyak problem solver di kabinet. Menteri yang hadir bukan hanya sebagai administrator, tetapi sebagai pemimpin perubahan yang mampu mempercepat penyelesaian persoalan dan menjaga optimisme bangsa di tengah tantangan global yang tidak ringan," katanya.
Tohom meyakini Presiden Prabowo akan mengambil keputusan terbaik demi memperkuat kualitas pemerintahan dan memastikan seluruh agenda pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.
"Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang semakin efektif, responsif, dan mampu menghasilkan dampak nyata bagi rakyat. Itu yang paling penting bagi keberlanjutan pembangunan Indonesia ke depan," pungkasnya.
Baca Juga:
Bikin Kaget! Qodari Ungkap Sawit Ilegal di Indonesia Capai 6 Juta Hektare, Setara 12 Kali Pulau Bali
[Redaktur: Sobar Bahtiar]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.