Sikap pemerintah ini muncul setelah penghentian MBG menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi BEM Universitas Indonesia dan sejumlah mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.
Baca Juga:
Dari MBG hingga IFP, Program Prioritas Presiden Prabowo Dorong Kemajuan Pendidikan Nasional
Tuntutan pertama adalah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Tuntutan kedua adalah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak atau BBM.
Tuntutan ketiga adalah menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga:
Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Dihitung Ulang, Pemerintah Ungkap Alasannya
Tuntutan keempat adalah menghentikan militerisme di ranah sipil.
Tuntutan kelima adalah mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Meski menuai desakan penghentian, pemerintah menyatakan MBG tetap dilanjutkan dengan pembenahan pada titik-titik pelaksanaan yang dianggap perlu diperbaiki.