Ia menjelaskan Badan Gizi Nasional atau BGN tetap menjalankan MBG sambil melakukan pembenahan terhadap tata kelola program agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah menghentikan sementara pembangunan dan persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang belum beroperasi.
Baca Juga:
Dari MBG hingga IFP, Program Prioritas Presiden Prabowo Dorong Kemajuan Pendidikan Nasional
“Pada hari ini yang belum operasional itu di-stop dulu. Jadi semua yang statusnya persiapan, berapa persen pun, sejauh belum operasional di-stop dulu,” jelasnya.
Qodari menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari penataan pelaksanaan program, bukan penghentian MBG secara keseluruhan.
Ia juga mengklaim keberadaan MBG telah membantu pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk anak-anak sekolah yang kini bisa memperoleh sarapan dan makanan bergizi secara lebih teratur.
Baca Juga:
Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Dihitung Ulang, Pemerintah Ungkap Alasannya
Pemerintah, lanjut dia, sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program dari berbagai sisi.
“Nah yang operasional ini akan dievaluasi. Dievaluasi dari penerimanya, dievaluasi dari kondisi SPPG-nya, dievaluasi dari segi gizinya, dievaluasi dari segi tata kelola bagaimana melibatkan vendor lokal. Itu semua dievaluasi,” papar Qodari.
Evaluasi tersebut mencakup penerima manfaat, kondisi operasional SPPG, kualitas gizi makanan, tata kelola program, serta pelibatan vendor lokal dalam rantai pelaksanaan MBG.