Pengembangan Keterampilan:
Untuk menghadapi perubahan teknologi, Indonesia mempercepat modernisasi pelatihan vokasi lewat kemitraan industri dan pendidikan. Program pelatihan nasional bertujuan menjangkau lebih dari 280 juta penduduk.
"Kami juga tengah membangun Pusat Produktivitas Nasional dengan AI sebagai fokus strategis," tambah Yassierli.
Perlindungan Sosial Adaptif:
Sistem perlindungan sosial, seperti program Asuransi Kehilangan Pekerjaan, diadaptasi untuk mendukung pekerja dalam masa transisi dengan dukungan pendapatan, pelatihan ulang, dan penempatan kerja.
Baca Juga:
Mahasiswa Baru ITB Wajib Ikut Mata Kuliah AI: Mulai 2026
Dialog Sosial Inklusif:
Yassierli menekankan pentingnya partisipasi aktif pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam merancang kebijakan AI yang adil dan bertanggung jawab.
Dalam forum BRICS ini, Indonesia juga mengajak negara-negara anggota untuk mempererat kerja sama dalam investasi keterampilan digital, pertukaran kebijakan ketenagakerjaan, kolaborasi dalam tata kelola AI, serta mendorong inovasi yang adil dan berkelanjutan.
"Masa depan pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh algoritma, tapi oleh pilihan-pilihan yang kita buat hari ini," tutup Yassierli.
Baca Juga:
Fast Respon Indonesia Center Dipercaya Untuk Mendukung Dan Monitor Kinerja Polri
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.