Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan awal Syawal menggunakan metode hisab dan rukyat.
"Metode ini merupakan bagian dari ajaran Islam dan sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2024 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah," ungkap Abu Rokhmad.
Baca Juga:
Keluarga Prabowo Suguhkan Gaya Busana Sederhana Namun Tetap Elegan di Hari Raya Idulfitri 2025
Dalam fatwa tersebut, disebutkan bahwa penetapan awal bulan hijriah dilakukan oleh pemerintah melalui Menteri Agama dan berlaku secara nasional.
Prediksi Idul Fitri 2025 Berdasarkan Perhitungan Astronomi
Menurut data astronomi, ijtimak atau konjungsi diperkirakan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 17.57.58 WIB.
Baca Juga:
Presiden Gelar Open House Hari Ini di Istana, Masyarakat Tak Perlu Daftar
Namun, saat matahari terbenam, posisi hilal masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara minus tiga derajat di Papua hingga minus satu derajat di Aceh.
"Data ini akan kami verifikasi melalui mekanisme rukyat," ujar Abu Rokhmad.
Berdasarkan kriteria baru yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dianggap memenuhi syarat imkanur rukyat jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.