Karena tingginya frekuensi dan ragam bencana, Indonesia bahkan dijuluki dunia internasional sebagai “laboratorium bencana”.
Predikat itu, kata Suharyanto, bukan sesuatu yang patut dibanggakan.
Baca Juga:
Sempat Dilarang Usai Kecelakaan Maut, Pesawat MD-11 Kini Diizinkan Terbang Lagi
Sebaliknya, julukan tersebut harus menjadi pengingat agar seluruh pihak terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi bencana.
“Hampir tidak ada wilayah di Indonesia yang betul-betul aman,” kata Suharyanto.
Ia mencontohkan Kalimantan yang relatif lebih aman dari ancaman gempa bumi dan tsunami.
Baca Juga:
Dipecat Karena Suami Kerja di Perusahaan Kompetitor, Wanita Ini Menang Rp1,75 Miliar
Namun demikian, kawasan tersebut tetap menghadapi ancaman serius berupa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun.
“Kalimantan memang cenderung lebih aman dari gempa bumi dan tsunami menurut data. Tapi ingat, di sana karhutla selalu menjadi ancaman setiap tahun,” ujarnya.
Suharyanto juga mengingatkan bahwa wilayah seperti Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara sangat dekat dengan Filipina dan berada dalam kawasan rawan bencana.