Danantara Indonesia sebagai pengelola menargetkan 1.000 ton sampah dapat terolah di fasilitas PSEL kota-kota besar setiap harinya.
Empat wilayah aglomerasi yang dijadwalkan memulai pembangunan PSEL pada Maret 2026 meliputi Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, dan Bekasi Raya.
Baca Juga:
Rp130 Triliun Disiapkan, Pemerintah Genjot Pemulihan Pascabencana Sumatera
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dari tingkat rumah tangga.
"Banyak daerah yang sudah melakukan ini, saya apresiasi Banyuwangi, Sumedang, Kebumen, dan salah satu desa di Sumbawa yang sudah berbasis hulu. Masyarakat memisahkan sampah organik dan non organik," ungkap dia.
Menurut Tito, pengelolaan sampah nonorganik dapat membuka peluang ekonomi karena memiliki nilai jual kembali.
Baca Juga:
Mensos Gus Ipul dan Mendagri Tito Salurkan Bantuan Rp241 Miliar untuk Korban Bencana Pidie Jaya
Sampah sisa makanan pun dinilai bisa dimanfaatkan sebagai bahan budidaya maggot untuk pakan ternak yang bernilai ekonomis.
"Tahun ini saya mengalokasikan hampir Rp 1 triliun untuk Dana Insentif Daerah bagi daerah yang berprestasi dalam berbagai kategori termasuk penanganan stunting dan kebersihan. Daerah terbaik bisa mendapat Rp 2,5 hingga Rp 5 miliar," ujar Tito.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.