Danantara Indonesia sebagai pengelola menargetkan 1.000 ton sampah dapat terolah di fasilitas PSEL kota-kota besar setiap harinya.
Empat wilayah aglomerasi yang dijadwalkan memulai pembangunan PSEL pada Maret 2026 meliputi Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, dan Bekasi Raya.
Baca Juga:
Ancaman Overkapasitas Sampah Tahun 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai PLTSa Solusi Strategis
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dari tingkat rumah tangga.
"Banyak daerah yang sudah melakukan ini, saya apresiasi Banyuwangi, Sumedang, Kebumen, dan salah satu desa di Sumbawa yang sudah berbasis hulu. Masyarakat memisahkan sampah organik dan non organik," ungkap dia.
Menurut Tito, pengelolaan sampah nonorganik dapat membuka peluang ekonomi karena memiliki nilai jual kembali.
Baca Juga:
BNPB Percepat Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor di Aceh
Sampah sisa makanan pun dinilai bisa dimanfaatkan sebagai bahan budidaya maggot untuk pakan ternak yang bernilai ekonomis.
"Tahun ini saya mengalokasikan hampir Rp 1 triliun untuk Dana Insentif Daerah bagi daerah yang berprestasi dalam berbagai kategori termasuk penanganan stunting dan kebersihan. Daerah terbaik bisa mendapat Rp 2,5 hingga Rp 5 miliar," ujar Tito.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.