“Perempuan punya pengaruh berantai. Ketika satu perempuan belajar digital, dampaknya bisa menjangkau keluarga dan komunitasnya. Karena itu, kami ingin lebih banyak perempuan menjadi penggerak, bukan sekadar pengguna,” tutur Meutya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan bahwa hampir separuh pengguna internet Indonesia adalah perempuan.
Baca Juga:
PP Tunas Resmi Berlaku, Pemerintah Wajibkan Platform Digital Batasi Akses Anak
“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang kesempatan dan keberanian mengambil peran,” ujar Fifi.
Ia menyebut, dari total 221,56 juta pengguna internet di Indonesia, 49,1 persen di antaranya adalah perempuan.
Melalui program “She-Connects”, pemerintah berharap dapat mengubah perempuan dari sekadar pengguna teknologi menjadi agen perubahan di dunia digital.
Baca Juga:
Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, Akses Anak di Bawah 16 Tahun ke Platform Berisiko Akan Dibatasi
Sementara itu, Plt. Direktur Ekosistem Digital Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa “She-Connects” merupakan kegiatan inspiratif yang sepenuhnya digagas dan dijalankan oleh perempuan.
“Semua panitia dan peserta adalah perempuan, dari mahasiswa hingga pelaku usaha dan komunitas kreatif. Bali dipilih karena dikenal dengan kreativitasnya yang tinggi,” jelas Farida.
Acara tersebut juga menghadirkan berbagai narasumber perempuan berprestasi dari bidang akademik, industri teknologi, dan komunikasi digital.