WAHANANEWS.CO, JAKARTA - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman berencana akan memanggil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang baru terpilih, Hery Gunardi setelah Hari Raya Idulfitri 1446 H.
Pemanggilan tersebut dilakukan membahas kebijakan penghapusan piutang macet UMKM yang sudah mulai berjalan. Dan saat ini, prosesnya hanya akan dipercepat karena RUPS BRI telah dilakukan.
Baca Juga:
Eefisiensi Anggaran, Menteri Erick Upayakan Tak Sebabkan PHK
"Memang sudah mulai, kemarin sudah RUPS BRI. Jadi, ya, tinggal nanti kami speed up (percepat)," ujar Maman dikutip dari Tirto ID, Selasa (25/3/2025).
"Ini, kan, baru kemarin RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Dirutnya juga baru, nanti kami panggil di RUPS-nya, kami tindaklanjuti. (Pemanggilannya) habis Lebaran, lah," sambungnya.
Ketika ditanya perihal target penghapusan piutang macet UMKM pada semester I di 2025, Maman mengaku belum dapat memberikan angka pasti. Dia mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajaran direksi baru BRI.
Baca Juga:
Prediksi Terjadinya Reshuffle Dibalik Kekesalan Prabowo Terhadap Kinerja Menterinya
"Saya belum bisa jawab. Tunggu saja nanti habis Lebaran, setelah kami konsolidasi struktur BRI yang baru, tim BOD yang baru, nanti kami konferensi pers," tutup Maman.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang penghapusan piutang macet kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Maman menjelaskan, bahwa program penghapusan utang akan dimulai secara bertahap pada pekan kedua Januari 2025. Pada tahap awal, sebanyak 67 ribu pelaku UMKM akan dibantu dengan penghapusan utang senilai Rp 2,4 triliun. Namun, tidak semua utang UMKM dapat dihapuskan.