Manfaat lain juga dirasakan oleh Sofyani, petani gambut dari Desa Pandak Daun, Daha Utara, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Dia bilang, mengolah lahan gambut membantu meningkatkan perekonomian serta mampu mengubah perilaku masyarakat.
Baca Juga:
Petani Tolangohula Terima Bantuan Benih Rp1,078 Miliar dari Gubernur Gorontalo
“Saya ingin berterimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan alat pertanian, seperti traktor mini dan alat pencacah rumput, serta memberikan pelatihan budidaya yang bisa menambah ekonomi masyarakat, bahkan nanti rencananya juga akan ada revitalisasi ekonomi lumbung jamur,” kata Sofiyani.
Dia berharap, tak ada lagi pembakaran di lahan gambut.
“Warga kini kompak dan saling mengingatkan para petani gambut agar tak ada yang membakar lahan,” lanjutnya.
Baca Juga:
Legislator Penajam Paser Utara Ajak Anak Muda Berperan dalam Ketahanan Pangan
Manfaat mengolah lahan gambut tanpa bakar juga dirasakan oleh Sarimin, petani gambut dari Desa Jalur Muly, Muara Sugihan, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Dari lahan seluas 6 hektar, Sarimin bersama 38 petani gambut lainnya menanam padi dengan menggunakan pupuk organik dari hasil pelatihan SLPG.
“Hasilnya sangat memuaskan, bahkan kami tidak pernah gagal panen. Panen kemarin kita bisa menghasilkan 6-7 ton beras,” ungkap Sarimin.