Noe menjelaskan bahwa selama ini tuntutan agar pejabat bersikap ideal sering disampaikan tanpa disertai standar yang konkret, sehingga publik kesulitan menilai kualitas respons pemerintah secara objektif.
Ia mengungkapkan, keputusan menerima posisi sebagai Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional RI merupakan bagian dari eksperimen pribadi untuk mendorong lahirnya standar baru dalam interaksi pejabat dengan masyarakat.
Baca Juga:
Panglima TNI Mutasi 35 Perwira, Ada 27 Pati dan 8 Pamen
“Ya peran kampret memang, harus kayak gini,” kata Noe.
Namun ia menegaskan bahwa gagasan perubahan tidak bisa hanya disuarakan dari luar tanpa kesediaan terlibat langsung dan menanggung risikonya.
“Tidak bisa kita ngomongin ide kita dan suruh orang lain yang ambil risikonya,” ujar Noe.
Baca Juga:
Prabowo Targetkan PLTS 100 Gigawatt, Indonesia Siap Ngebut Menuju Swasembada Energi
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.