Selama mengikuti pembekalan yang berlangsung sejak 14 hingga 20 Desember 2025, lebih dari 40 awak media dari berbagai platform mendapatkan beragam materi yang bersifat strategis dan aplikatif.
Materi tersebut meliputi kebijakan pertahanan negara, pengenalan karakteristik daerah rawan, mekanisme koordinasi dengan aparat terkait, prosedur penanganan kondisi darurat, serta aspek keselamatan dan perlindungan diri dalam kegiatan peliputan.
Baca Juga:
Kemhan RI Umumkan Pembelian Dua Kapal Patroli Lepas Pantai
Seluruh rangkaian materi dirancang untuk membekali peserta agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara aman, terukur, dan profesional tanpa mengesampingkan independensi serta integritas pers.
Rangkaian kegiatan penutupan turut dimeriahkan dengan demonstrasi kemampuan peserta sebagai bentuk implementasi materi pembekalan yang telah diterima.
Selain itu, yel-yel bersama yang ditampilkan awak media menjadi simbol kebersamaan, soliditas, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Baca Juga:
Kemhan Aktifkan Kontrak Tahap Ketiga, Indonesia Miliki 42 Pesawat Rafale
Dalam amanat Menteri Pertahanan RI, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh awak media peserta pembekalan, jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI, para narasumber, instruktur, serta panitia pelaksana.
Apresiasi tersebut disertai harapan agar kegiatan ini dapat semakin mempererat kemitraan yang konstruktif antara Kemhan, TNI, dan insan pers dalam menghadirkan informasi publik yang berkualitas, akurat, serta bertanggung jawab bagi masyarakat luas.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]