Letnan Jenderal Suprapto lahir di Purwokerjo, Jawa Tengah pada 20 Juni 1920. Ia menempuh pendidikan di MULO dan AMS B Yogyakarta hingga 1941.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Koninklije Militaire Akademie Bandung. Karier militernya terus berkembang hingga mencapai pangkat letnan jenderal.
Baca Juga:
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 Dengan Thema "Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya"
Ia menjadi korban peristiwa G30S/PKI pada usia 45 tahun. Jenazahnya dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
3. Letjen (Anumerta) Haryono
Letnan Jenderal Haryono lahir di Surabaya pada 20 Januari 1924. Perwira bernama lengkap Mas Tirtodarmo Haryono ini dikenal cerdas dan menguasai tiga bahasa asing.
Baca Juga:
5 Film Perjuangan Indonesia yang Wajib Ditonton untuk Bangkitkan Semangat Nasionalisme
Ia menolak rencana Partai Komunis Indonesia (PKI) membentuk Angkatan Kelima. Sikapnya itu membuat ia dimusuhi PKI.
Pada dini hari 1 Oktober 1965, ia diculik dari rumah dan kemudian dibunuh di Lubang Buaya.
4. Letjen (Anumerta) Siswondo Parman