“Tim ahli kami telah dikerahkan sepenuhnya untuk mendukung investigasi yang dipimpin oleh otoritas Indonesia dan untuk memberikan dukungan teknis kepada operator,” tulis ATR.
ATR menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur standar setiap kali terjadi kecelakaan yang melibatkan pesawat buatannya.
Baca Juga:
Setelah Bom dan Darah, Krisis Kesehatan Mental Menerjang Israel dan Gaza
Pabrikan akan bekerja sama dengan otoritas penerbangan setempat, termasuk lembaga investigasi keselamatan transportasi, untuk mengumpulkan data teknis dan menganalisis penyebab insiden secara menyeluruh.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut membawa 10 orang yang terdiri dari awak dan penumpang.
Baca Juga:
Tiga Kekuatan Muslim Bergerak, Siapkan Pakta Pertahanan Hadapi Agresi Israel
Pesawat turboprop yang dioperasikan Indonesia Air Transport itu diketahui digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk keperluan patroli maritim.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan verifikasi di lokasi yang diduga menjadi titik jatuh pesawat.
Basarnas menyatakan bahwa prioritas utama dalam operasi ini adalah menemukan lokasi pasti pesawat serta memastikan kondisi seluruh awak dan penumpang.