Karena itu, Rokhmin menegaskan bahwa pelaksanaan reforma agraria harus dilakukan secara lebih serius dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemerataan akses terhadap lahan produktif menjadi langkah penting agar petani dan nelayan memiliki kesempatan ekonomi yang lebih adil dan merata.
Baca Juga:
Wamenko Pangan Soroti Ketergantungan Pangan Riau Meski Kaya Sumber Daya Alam
“Pemerintah yang berhasil itu pemerintah yang mampu menyejahterakan rakyat,” tegasnya.
Selain menyoroti persoalan pertanian dan kepemilikan lahan, Rokhmin juga menaruh perhatian terhadap kondisi ekonomi di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
Ia menilai aktivitas industri, perdagangan, dan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah mulai mengalami perlambatan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga:
Mentan Amran Kembangkan Program E20, Dorong Swasembada Energi dari Sektor Pertanian
Perlambatan tersebut, lanjutnya, berdampak terhadap meningkatnya angka pengangguran serta melemahnya daya beli masyarakat.
Situasi itu dinilai perlu segera direspons melalui kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil, terutama petani dan nelayan.
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah tidak hanya mengejar target pertumbuhan ekonomi secara makro, tetapi juga memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat lapisan bawah.