WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB menegaskan tidak akan menoleransi kader yang terbukti terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha, yang meninggal dunia akibat bunuh diri.
Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurizal mengatakan pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas jika kadernya terbukti melakukan intimidasi.
Baca Juga:
Teuku Raypa Andriant Sastra Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Asmardin sebagai Ketua DPC PKB Kota Subulussalam
"Bukan hanya di TTU (Timor Tengah Utara), kalau berbuat pelanggaran hukum, apalagi terkait dia tidak bisa menjaga kode etiknya sebagai anggota DPRD, ya kita akan berikan sanksi tegas. Tidak ada toleransi, ya," kata Cucun di kompleks parlemen, Kamis (2/7/2026).
Kader PKB di DPRD TTU, Nusa Tenggara Timur, (NTT), Robert Tubani (PKB) sebelumnya diduga terlibat dalam intidimasi yang menyebabkan dr Icha mengakhiri hidupnya.
Intidimasi itu dilakukan Robert bersama dua anggota DPRD TTU lain dari Golkar, yakni Therensius Lazakar dan Veronika Lake dari PDIP. Cucun mengatakan partainya akan melakukan investigasi untuk mendalami kasus tersebut. Pihaknya ingin memastikan keterlibatan Robert.
Baca Juga:
DPW PKB Kalimantan Tengah Seleksi 30 Kandidat Ketua DPC Kabupaten dan Kota
"Kita kemarin terima di media, baca di media dan segera kita akan lakukan rapat untuk melakukan investigasi," katanya.
Intimidasi itu diduga dilakukan saat dr Icha menangani seorang anak korban gigitan ular hijau di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, TTU pada 13 Juni lalu.
Therensius yang disebut sebagai paman korban, datang ke rumah sakit, bersama Nubertus Tubani dan Veronika Lake. Mereka kemudian berbicara keras dengan nada intimidatif kepada dr Icha.
"Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ungkap paman korban, Victor Manbait, Jumat (26/6/2026).
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]