WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menegaskan bahwa percepatan pengembangan desa wisata tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan kemampuan pemerintah desa.
Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha agar potensi desa wisata dapat berkembang secara optimal dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Baca Juga:
Lamhot Sinaga Soroti Perlindungan Pelaku Kreatif Usai Kasus Amsal Sitepu Viral
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas desa wisata, baik dari sisi infrastruktur, fasilitas pendukung, maupun penguatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama sektor pariwisata.
Pernyataan tersebut disampaikan Chusnunia saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (09/07/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menghadirkan dukungan nyata melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi desa wisata.
Baca Juga:
Perjuangkan Aspirasi Rakyat, Novita Hardini Serahkan Ambulans Kemanusiaan
“Kita dorong adanya fasilitasi dari pemerintah, termasuk apabila memungkinkan melalui bantuan anggaran untuk sarana dan prasarana desa wisata,” ujarnya.
Selain dukungan dari pemerintah, Chusnunia juga mengajak perusahaan-perusahaan besar untuk berkontribusi dalam pengembangan desa wisata melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, keterlibatan sektor swasta akan menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi desa wisata, terutama bagi desa-desa yang masih berada pada tahap perintisan menuju desa wisata yang maju dan mandiri.