Ia juga membagikan tips menumbuhkan patriotisme dengan menekankan pentingnya berbahasa Indonesia di lingkungan keluarga.
“Bagi para orangtua, baik yang tinggal di Indonesia maupun di luar negeri, gunakanlah bahasa Indonesia di rumah dan tanamkan kebanggaan berbahasa Indonesia kepada anak. Kemampuan berbahasa Indonesia tidak pernah menjadi beban, bahkan bisa menjadi senjata ampuh!” tegasnya.
Baca Juga:
Prabowo Minta Rp13 Triliun Uang Sitaan Korupsi CPO Buat LPDP, Ini Kata Menkeu Purbaya
Stella bahkan mewajibkan keluarganya menggunakan bahasa Indonesia di rumah meskipun suaminya berasal dari Polandia.
“Di keluarga saya, bukan hanya anak saya yang diwajibkan berbahasa Indonesia, tetapi suami saya yang berasal dari Polandia pun diharuskan bisa Bahasa Indonesia,” imbuh Stella.
Di sisi lain, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Sarmuji mengkritik bahwa beasiswa LPDP berpotensi hanya dinikmati kalangan mampu apabila tidak ada afirmasi yang jelas.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Minta Uang Korupsi CPO Dialihkan ke LPDP Demi Masa Depan Pendidikan
“Saya sendiri pernah mengingatkan soal ini dalam rapat kerja dengan Kementerian Keuangan pada awal tahun 2022. Saya sampaikan bahwa LPDP ini kalau tidak ada penekanan dan afirmasi yang jelas, akan menjadi lingkaran yang dinikmati oleh orang kaya saja,” ujar Sarmuji, Minggu (22/2/2026).
Ia menilai struktur persyaratan LPDP saat ini lebih mudah dipenuhi oleh kelompok dengan latar belakang ekonomi kuat.
“Kalau tidak ada afirmasi, yang akan menikmati hanya orang kaya, karena syarat-syarat itu berat sekali. TOEFL bahasa Inggris-nya sekian-sekian. Dan orang yang bisa memenuhi kriteria ini rata-rata pasti orang kaya,” tukasnya.