Selain metoda kotak
amal, mereka juga melakukan penggalangan dana pada acara-acara tertentu, yang biasanya disebutkan untuk membantu para korban konflik di
Suriah dan Palestina.
"Uang infak dikumpulkan dengan
cara membuat acara-acara tabligh yang menghadirkan tokoh-tokoh dari Suriah atau
Palestina," katanya.
Baca Juga:
Jantung Listrik Jateng-DIY Dicek Polri dan PLN, Sistem Pengamanan Tak Boleh Ada Celah
Dari penyelidikan Polri, metoda kotak amal ini dilakukan dengan mencantumkan nama Yayasan
Abdurrahman Bin Auf (ABA) dan FKAM.
Sementara untuk metoda pengumpulan langsung menggunakan nama Yayasan Syam Organizer
(SO), One Care (OC), Hashi, dan Hilal Ahmar.
Dalam mengumpulkan dana, belum pernah
ditemukan Jamaah Islamiyah menggunakan nama yayasan palsu.
Baca Juga:
Usia Pensiun Anggota Polri Diusulkan Berubah, Nasir Ingatkan Risiko Kesehatan dan Kebutuhan Organisasi
Dari pemeriksaan tersangka Fitria
Sanjaya alias Acil dari Yayasan ABA, didapatkan informasi sebaran kotak amal
mereka di seluruh Indonesia mencapai 20.068 kotak, dengan
rincian: Sumut (4.000 kotak), Lampung (6.000), Jakarta (48), Semarang
(300), Pati (200), Temanggung (200), Solo (2.000), Yogyakarta (2.000), Magetan (2.000), Surabaya
(800), Malang (2.500), dan Ambon (20). [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.