WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ambisi besar dilontarkan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi energi nasional dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas raksasa hingga 100 gigawatt dalam waktu singkat.
Program tersebut disebut sebagai bagian dari percepatan elektrifikasi nasional sekaligus langkah strategis menuju swasembada energi berbasis sumber terbarukan.
Baca Juga:
Minyak Tembus 119 Dolar per Barel, AS Pertimbangkan Cabut Sanksi demi Redam Harga
Disampaikan Prabowo dalam acara 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (12/3/2026), pemerintah menargetkan pembangunan PLTS skala besar sebagai tulang punggung pengembangan energi bersih di Indonesia.
Menurutnya, percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya akan menjadi langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.
"Kita akan melaksanakan listrifikasi, energi terbarukan dari tenaga surya," ujar Prabowo.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Ia menjelaskan pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas total mencapai 100 gigawatt dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sebagai bagian dari strategi besar transisi energi nasional.
"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt," katanya.
Presiden menegaskan pembangunan PLTS dalam skala besar tersebut merupakan keputusan langsung pemerintah untuk mempercepat pencapaian target kemandirian energi.