“Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini,” tutur Prabowo.
Ia menambahkan, peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan-perusahaan milik negara di bawah satu manajemen yang terintegrasi. Dengan pengelolaan yang terpusat, efisiensi dan kinerja investasi dinilai dapat meningkat secara signifikan.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa jumlah entitas usaha negara yang harus dikelola ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Baca Juga:
Korem 042/Gapu Gelar Bazar Ramadhan TNI 2026, Warga Jambi Timur Antusias Berburu Sembako Murah
“Tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen. Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan, bahkan ternyata saya baru tahu, bukan 250, seribu perusahaan lebih,” ucapnya.
Lebih lanjut, Presiden menilai keberadaan Danantara merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam memperkuat pengelolaan kekayaan negara melalui lembaga yang setara dengan sovereign wealth fund di tingkat global.
“Kita bersyukur, kita sekarang sudah punya suatu badan bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin ke-6, ke-7 terbesar di dunia,” kata Prabowo.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Hadiri Tasyakuran HUT Pertama Danantara Indonesia
Ke depan, Danantara diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengelola aset negara, tetapi juga menjadi salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.