Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan mengatakan pengembangan ekonomi sirkular merupakan bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan yang harus terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia berpandangan bahwa setiap kilogram sampah yang berhasil didaur ulang akan mengurangi beban tempat pemrosesan akhir, menekan emisi gas rumah kaca, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Baca Juga:
KEK Industropolis Batang Bangun Industri Hijau, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi Indonesia Jadi Magnet Investasi Dunia
"Apabila ekosistem seperti ini diterapkan secara konsisten di berbagai daerah, Indonesia tidak hanya mampu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga membangun industri daur ulang yang semakin kuat dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat," katanya.
Tohom menilai gagasan untuk menghubungkan hasil penukaran sampah dengan tabungan masyarakat melalui Lembaga Perkreditan Desa merupakan inovasi yang patut diapresiasi.
Menurutnya, mekanisme tersebut akan mendorong masyarakat melihat sampah sebagai aset ekonomi yang memiliki nilai dan dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
Baca Juga:
Prabowo Siapkan Transformasi Industri Perkapalan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kemandirian Maritim Tak Bisa Ditunda
Ia juga mengapresiasi komitmen BTID, Desa Adat Serangan, komunitas pengelola sampah, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah membangun sistem pengelolaan sampah berbasis kolaborasi.
"SNOWI layak menjadi model nasional pengelolaan sampah berbasis digital untuk memperkuat lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan," pungkas Tohom.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.