WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, selesai dilakukan.
Ia memastikan tak ada korban yang masih terjebak dalam rangkaian kereta.
Baca Juga:
DPR Nilai Ribuan Perlintasan Sebidang Jadi Pekerjaan Rumah Besar Keselamatan Perkeretaapian
"Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke homebase masing-masing," katanya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan.," tegasnya.
Ia menjelaskan korban yang dievakuasi seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Hal itu lantaran rangkaian KRL yang paling terdampak adalah gerbong khusus perempuan.
Baca Juga:
Perlintasan Liar Tebet Ditutup PT KAI Demi Keselamatan Warga dan Kereta
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan jumlah korban secara keseluruhan ada 14 meninggal dunia dan 84 korban luka.
PT KAI saat ini masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun yakni di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.
Sementara untuk operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur saat ini masih belum dibuka.