Proyek tol Siantar-Parapat dibangun untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dengan dua seksi utama: Pematang Siantar-Saribulih sepanjang 22,3 km dan Solok-Parapat sepanjang 16,7 km.
Tol ini dirancang untuk mengurangi waktu tempuh dan menawarkan pemandangan spektakuler, termasuk perbukitan indah dengan latar Danau Toba, menjadikannya salah satu tol terindah di negeri ini.
Baca Juga:
INALUM Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat, Pastikan Kesiapsiagaan Pegawai dan Keamanan Operasional
Pembangunan tol ini menghadapi tantangan teknis, terutama konstruksi dua terowongan di area pegunungan yang curam.
Namun, pemerintah dan kontraktor telah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini dengan kualitas terbaik dan tepat waktu.
Pariwisata dan Ekonomi Melonjak
Baca Juga:
Diliputi Rasa Haru Polres Simalungun Rayakan Natal 2025"Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga"
Tol Siantar-Parapat diperkirakan akan membawa dampak positif besar bagi perekonomian dan pariwisata Sumatera Utara.
Akses transportasi yang lebih cepat akan meningkatkan perdagangan, investasi, dan mobilitas barang.
Di sisi lain, sektor pariwisata Danau Toba akan semakin berkembang, menarik lebih banyak wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, perhotelan, restoran, serta transportasi lokal.