" Kemudian, wilayah III ada 1.003 orang," ujarnya menambahkan rincian data sebaran korban.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan ikut mencatat sedikitnya 60 insiden keracunan menu MBG dengan total 5.207 penderita hingga pertengahan September 2025 menurut laporan resmi mereka.
Baca Juga:
Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 70 Tokoh Penggerak Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional
BPOM juga merilis data serupa yang menyebutkan adanya 55 kasus dengan 5.320 penderita dan menegaskan bahwa Jawa Barat menjadi wilayah dengan tingkat keracunan MBG tertinggi.
Pemerintah menyatakan tidak tinggal diam dan mulai mengambil sejumlah tindakan cepat untuk menekan potensi kasus serupa agar tidak meluas.
Langkah pertama yaitu menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG atau dapur umum MBG yang dinilai bermasalah di berbagai daerah penyelenggara program.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Kini Jangkau Lebih dari 60 Juta Penerima Manfaat
Selain itu, setiap SPPG kini diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi atau SLHS sebagai standar dasar kelayakan dapur sebelum memberikan layanan makan kepada masyarakat.
Evaluasi juga dilakukan terhadap juru masak hingga sistem pengelolaan limbah dapur agar tidak lagi memicu kontaminasi yang berujung pada keracunan massal.
Pemerintah turut berencana memperbaiki tata kelola BGN termasuk memerintahkan lembaga tersebut merekrut juru masak atau koki yang terlatih agar kualitas penyajian makanan lebih terjamin.