Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan tambahan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum kembali mengikuti ujian.
Selain itu, Irma juga mengusulkan agar mahasiswa yang belum lulus UKOM diberikan pendampingan langsung di lapangan melalui penempatan sementara di fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas, sesuai daerah asal masing-masing.
Baca Juga:
SMP Ar Rafi’ BHS Sumedang Gelar Screw Students Creativity Show & Expo 2026
Melalui cara tersebut, pemerintah dapat mengevaluasi secara langsung kekurangan kompetensi setiap mahasiswa.
“Misalnya yang berasal dari Papua ditempatkan di puskesmas sambil dilihat kembali apa kelemahan mereka,” katanya.
Tidak hanya fokus pada mahasiswa, Irma juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fakultas kedokteran yang memiliki tingkat kelulusan UKOM rendah.
Baca Juga:
Country Road Milangkala Cisarua ke-25 Bersama Sumedang Walker, Sekda Sumedang Hadiri Perayaan di Lapang Cisalak
Menurutnya, kualitas institusi pendidikan harus menjadi perhatian utama agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Ia bahkan menilai fakultas kedokteran yang tingkat kelulusan UKOM-nya berada di bawah 30 persen perlu dipertimbangkan untuk ditutup demi menjaga mutu pendidikan dokter di Indonesia.
“Pilihan terakhir, mau tidak mau, tutup fakultas kedokteran yang kelulusan UKOM-nya di bawah 30 persen,” tegasnya.