WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah mencatatkan antusiasme besar dalam rekrutmen SDM Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih. Jumlah pelamar yang masuk jauh melampaui ekspektasi awal sejak pendaftaran dibuka pada April 2026.
Program ini merupakan cara pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus memperbaiki distribusi bantuan dan rantai pasok pangan. Dalam implementasinya, pemerintah mengklaim transparansi dan sistem seleksi berbasis teknologi.
Baca Juga:
Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Sultra Tegaskan Seleksi CAT-BKN 2024 Transparan dan Tanpa Biaya
"Rekrutmen pegawai Kopdes Merah Putih ini adalah investasi SDM terbesar yang pernah dilakukan untuk desa-desa di Indonesia, dan akan jadi ujung tombak pangan masyarakat," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di kantor Kemenko Pangan, Senin (4/5/2026).
Peran Kopdes tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak. Pasalnya jalur distribusi ini kerap dimanfaatkan tengkulak untuk mengambil keuntungan besar.
"Mereka yang akan memotong rantai tengkulak yang selama ini merepotkan petani dan masyarakat," katanya.
Baca Juga:
Pendaftaran Sekolah Kedinasan Telah Dimulai, Menteri PANRB: Jangan Percaya Ada Orang Menjamin Kelulusan
Pemerintah membuka total 35.476 formasi, terdiri dari 30.000 manajer koperasi dan 5.476 pegawai untuk kampung nelayan. Dari total pelamar yang mencapai 639.732 orang, sebagian besar berhasil memenuhi syarat administrasi.
Seleksi saat ini telah memasuki tahap tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di puluhan titik di seluruh Indonesia. Sistem ini diklaim sudah terbukti kredibel karena digunakan dalam seleksi ASN.
"Tes ini menggunakan CAT BKN, sistem yang sudah teruji dan dipakai dalam seleksi ASN, jadi tidak perlu diragukan," ujar Zulhas.