WAHANANEWS.CO, Jakarta - Fakta baru terungkap di balik pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah DPR RI mengakui telah lebih dahulu menyampaikan sejumlah catatan evaluasi kepada pemerintah terkait kinerja lembaga tersebut.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan berbagai masukan dari Komisi IX DPR telah disusun secara tertulis dan disampaikan kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara sebagai bahan perbaikan tata kelola BGN.
Baca Juga:
Dudung Beberkan Praktik Jual Beli Titik SPPG, Prabowo Disebut Ingin MBG Bersih dari Penyimpangan
Pernyataan itu disampaikan Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), sehari setelah Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan BGN.
"Masukan-masukan dari Komisi IX itu dibikin secara tertulis mengenai apa-apa yang kemudian dirasakan perlu diperbaiki dan ditingkatkan di BGN," ungkap Dasco.
Menurut politikus Partai Gerindra tersebut, selama BGN menjalankan tugasnya memang terdapat sejumlah catatan evaluasi yang menjadi perhatian Komisi IX DPR.
Baca Juga:
BGN Punya Nahkoda Baru, Nanik S Deyang Pimpin Jajaran yang Didominasi Purnawirawan
Namun berbagai masukan itu tidak disampaikan kepada pimpinan DPR, melainkan langsung diteruskan kepada pemerintah yang memiliki kewenangan melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap lembaga tersebut.
"Kalau kita lihat sebenarnya banyak evaluasi-evaluasi, tetapi memang ini masukan-masukan dilakukan langsung kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara," tambahnya.
Menyusul pergantian pucuk pimpinan BGN, Dasco memastikan Komisi IX DPR akan segera menjadwalkan pertemuan dengan jajaran pimpinan baru yang kini dipimpin oleh Nanik S. Deyang.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui arah kebijakan, perencanaan, serta strategi yang akan diterapkan dalam memperbaiki tata kelola kelembagaan BGN ke depan.
DPR juga ingin memastikan perubahan kepemimpinan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
"Saya pikir Komisi IX akan segera melakukan koordinasi untuk mengetahui planning dari pimpinan BGN yang baru untuk memperbaiki, dan kemudian untuk membuat tata kelola di BGN ini lebih bagus," tegas Dasco.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional pada Selasa (2/6/2026).
Selain mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, Presiden juga mengganti dua Wakil Kepala BGN, yakni Brigjen Pol Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan sebelumnya atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam membangun fondasi awal Badan Gizi Nasional sejak lembaga itu mulai beroperasi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]