Wilayah tersebut juga meluas hingga sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, serta wilayah barat Pulau Papua.
Memasuki Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau diperkirakan meningkat secara signifikan.
Baca Juga:
Gempa M5,4 Guncang Sukabumi pada Dini Hari, Getarannya Terasa hingga Jakarta
Kondisi kering pada periode tersebut diperkirakan mendominasi wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, serta seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Selain itu, sebagian wilayah Maluku serta beberapa kawasan di Pulau Papua juga diprediksi mengalami kondisi kering yang cukup dominan pada periode tersebut.
Pada September, puncak musim kemarau masih akan berlangsung di beberapa wilayah seperti sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, dan sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga:
BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Saat Lebaran 2026, Pemudik Wajib Siaga
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian wilayah Maluku, serta sebagian kecil wilayah Papua.
BMKG juga memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan lebih kering dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia.
Sekitar 451 Zona Musim atau 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kemarau dengan sifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya.