Sebagai tindak lanjut, MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola penyampaian keberatan.
Evaluasi itu dilakukan agar pelaksanaan lomba berikutnya berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan dapat dipercaya publik.
Baca Juga:
RI-China Perkuat Investasi di KEK Batang, MARTABAT Prabowo-Gibran: Pastikan Transfer Teknologi dan Serapan Tenaga Kerja
MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, panitia daerah, dan masyarakat yang memberikan perhatian terhadap kegiatan tersebut.
"Selain itu, MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar," ujar MPR RI.
Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyatakan pihaknya menghormati seluruh masukan yang disampaikan masyarakat.
Baca Juga:
PLN Rawat PLTA Orya Genyem 20 MW, ALPERKLINAS: Keandalan Listrik Papua Harus Terus Dijaga
Menurut Siti, panitia pelaksana kini sedang melakukan penelusuran internal untuk mengetahui secara detail penyebab terjadinya polemik tersebut.
Peristiwa ini bermula dari final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang videonya viral pada Senin (11/5/2026).
Dalam tayangan itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak memperoleh nilai minus lima untuk jawaban mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan.