"Kita
tidak bisa merapatkan bantuan, karena cuacanya buruk, sehingga syahbandar
mengatakan tidak bisa melaut, kapal-kapal semua berhenti," kata Risma.
Risma bahkan
mengaku sempat putus asa pada saat itu.
Baca Juga:
Wanokaka Nusa Tenggara Timur Diguncang Gempa 6.0 Magnitudo
Kemudian, di
tengah ketidakjelasan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek,
menawarkan pertolongan agar bantuan untuk korban bencana bisa cepat diterima masyarakat
Alor.
"Saat itu
kemudian adalah Ketua DPRD (Alor) menyampaikan kami butuh bantuan, tapi tidak
bisa (masuk). Beliau (Ketua DPRD) menawarkan, 'Bu, itu ada paket dari Dolog
yang ibu bisa ganti'," kata Risma.
Tanpa pikir
panjang, Risma menyetujui tawaran tersebut, agar bantuan bisa cepat diterima
masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga:
Mahasiswi yang Jual Anak ke Eks Kapolres Ngada Resmi Jadi Tersangka
"Ya
sudahlah, kemudian disebarkanlah, karena kami tidak bisa karena banyak sekali
(yang membutuhkan) saat itu kami tidak bisa kontak siapa pun di situ. Jadi
seperti itu," ujar Risma.
Sebelumnya,
dalam sebuah video yang beredar di grup media sosial, tampak BupatiAlor,Amon
Djobo, memarahi stafKemensos.
Video itu
direkam di rumah jabatanBupati Alor.