Secara agregat, indeks pengamalan toleransi beragama Gen Z berada pada angka 79,65. Meski terpaut tipis dari Generasi X yang mencatat 79,67, capaian tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan Milenial (79,07) dan Baby Boomers (78,63).
Indeks toleransi ini mencakup sejumlah indikator, seperti penerimaan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, sikap tidak mencela, tidak melakukan persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Indikator ketiga menunjukkan potensi positif kehidupan beragama di wilayah perkotaan yang didominasi oleh populasi muda.
Meskipun indeks dimensi ibadah masyarakat perkotaan (78,38) sedikit lebih rendah dibandingkan masyarakat perdesaan (79,37), pemahaman keagamaan yang relatif kuat dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan spiritual di masa mendatang.
Survei ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cakupan nasional, melibatkan 1.208 responden Muslim yang tersebar di 34 provinsi.
Baca Juga:
Mengapa Hajatan 13 Beji: Menyatukan yang Terserak
Pengambilan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka.
Margin of error survei tercatat sebesar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk dalam kategori tinggi.