WAHANANEWS.CO, Jakarta - Generasi Z (Gen Z) tercatat sebagai kelompok usia dengan tingkat toleransi beragama tertinggi dibandingkan generasi Milenial, Generasi X, hingga Baby Boomers.
Temuan tersebut merupakan hasil riset Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) yang bekerja sama dengan Alvara Strategic Research.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Riset ini merupakan bagian dari survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 yang dilakukan secara nasional.
Selain unggul dalam aspek toleransi, Gen Z juga menempati posisi teratas dalam kemampuan membaca Al-Qur’an jika dibandingkan dengan generasi lainnya.
“Hasilnya cukup menggembirakan dan memberikan optimisme, laporan ini idealnya menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan. Untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tanah air,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, Rabu (31/12/2025) di Jakarta.
Baca Juga:
Mengapa Hajatan 13 Beji: Menyatukan yang Terserak
Ia menilai, hasil survei tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam visi Asta Cita Pemerintah, terutama pada agenda penguatan sumber daya manusia serta pengokohan harmoni sosial di tengah masyarakat.
"Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkokoh kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi stabilitas nasional,” katanya.
Arsad juga menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat capaian positif generasi muda tersebut.
Menurutnya, aspek toleransi dan literasi keagamaan yang sudah menunjukkan hasil baik harus terus diperkuat agar berkelanjutan.
“Penguatan aspek yang sudah baik, seperti toleransi dan literasi kitab suci pada generasi muda, harus terus dikawal agar menjadi karakter permanen bangsa,” ucap Arsad.
Sementara itu, Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi, menyebut Gen Z memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan hasil survei, terdapat sejumlah indikator positif yang memperkuat optimisme terhadap peran generasi muda tersebut.
Pada indikator pertama, literasi Al-Qur’an, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil, Gen Z mencatat indeks tertinggi dibandingkan generasi lain.
Nilai indeks kemampuan membaca Al-Qur’an Gen Z mencapai 56,29, melampaui Milenial (54,06), Generasi X (53,97), serta Baby Boomers (50,95).
Indikator kedua berkaitan dengan sikap toleransi beragama. Gen Z mencatat skor tertinggi pada indikator tidak membubarkan kegiatan keagamaan aliran atau organisasi keagamaan lain, dengan indeks 80,03.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81).
Secara agregat, indeks pengamalan toleransi beragama Gen Z berada pada angka 79,65. Meski terpaut tipis dari Generasi X yang mencatat 79,67, capaian tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan Milenial (79,07) dan Baby Boomers (78,63).
Indeks toleransi ini mencakup sejumlah indikator, seperti penerimaan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, sikap tidak mencela, tidak melakukan persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.
Indikator ketiga menunjukkan potensi positif kehidupan beragama di wilayah perkotaan yang didominasi oleh populasi muda.
Meskipun indeks dimensi ibadah masyarakat perkotaan (78,38) sedikit lebih rendah dibandingkan masyarakat perdesaan (79,37), pemahaman keagamaan yang relatif kuat dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan spiritual di masa mendatang.
Survei ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cakupan nasional, melibatkan 1.208 responden Muslim yang tersebar di 34 provinsi.
Pengambilan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka.
Margin of error survei tercatat sebesar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk dalam kategori tinggi.
Dari seluruh dimensi yang diukur, aspek akhlak mencatat skor tertinggi, yakni 81,88.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]