“PAN sangat setuju jika Prabowo melanjutkan 2 periode, pekerjaan yang sedang direncanakan dan dikerjakan lumayan banyak, tentu tidak bisa serta merta diwujudkan secara bersamaan, dibutuhkan waktu untuk merealisasikannya,” ujar Saleh.
Menurut Saleh, hasil survei elektabilitas dapat menjadi salah satu bahan kajian dan rujukan politik dalam mempertimbangkan pencalonan kembali Prabowo.
Baca Juga:
Prabowo Sudah Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI, Siapa Saja?
Ia juga berpandangan angka elektabilitas yang diperoleh Prabowo saat ini masih sangat mungkin berubah karena dinamika politik menuju Pilpres 2029 masih panjang.
“Soal hasil survei, saya kira masih belum final, masih dinamis, masih cukup waktu untuk menaikkan sehingga posisinya signifikan melampaui yang lain,” imbuh Saleh.
Tertinggi, tetapi Belum Aman
Baca Juga:
Konflik Kepentingan Jadi Pemicu Korupsi, Kementerian PANRB Dorong ASN Deklarasi Sejak Dini
Meski menduduki peringkat pertama, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai posisi Prabowo sebagai pemuncak survei elektabilitas belum sepenuhnya aman.
Elektabilitas Prabowo sebesar 23,4 persen hanya terpaut 1,7 poin persentase dari Gubernur Jawa Barat yang berada di posisi kedua dengan perolehan 21,7 persen.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 11,5 persen.