Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 4,5 persen, disusul Ganjar Pranowo dengan 4,1 persen.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperoleh elektabilitas sebesar 3,9 persen dalam simulasi terbuka tersebut.
Baca Juga:
Prabowo Sudah Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI, Siapa Saja?
Sejumlah tokoh lainnya berada di bawah angka tiga persen, yakni Sherly Tjoanda 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen, dan Zulkifli Hasan 1,0 persen.
Nama-nama lainnya memperoleh elektabilitas di bawah satu persen.
Survei IPO juga mencatat sebanyak 17 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan jawabannya.
Baca Juga:
Konflik Kepentingan Jadi Pemicu Korupsi, Kementerian PANRB Dorong ASN Deklarasi Sejak Dini
Dedi berpandangan keberlanjutan dukungan masyarakat terhadap Prabowo akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menghadirkan kebijakan yang manfaatnya benar-benar dirasakan publik.
Menurutnya, penilaian masyarakat terhadap program pemerintah akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kekuatan elektoral Prabowo apabila kembali bertarung pada 2029.
“Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya,” ujarnya.