WAHANANEWS.CO - Seorang anggota TNI AD berpangkat peltu menjadi korban pengeroyokan di Stasiun Depok Baru setelah menegur seorang ibu yang diduga bersikap kasar dan memukul anaknya, sementara dua pelaku kini telah diamankan polisi.
"Iya. Korban TNI AD pangkat peltu," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi saat dihubungi wartawan, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga:
Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 14 Orang
Peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Depok Baru pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB saat korban melihat seorang ibu tengah memukul anaknya.
Korban kemudian menegur tindakan ibu tersebut, namun teguran itu justru memicu keributan hingga berujung penganiayaan terhadap anggota TNI AD tersebut.
"Korban negur seorang ibu karena memukul anaknya. Karena tidak terima, lalu terjadilah pemukulan (ke korban)," jelasnya.
Baca Juga:
Makan Malam Elite Berubah Mencekam, Trump dan JD Vance Dievakuasi
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami sejumlah luka memar di bagian tubuh.
"Luka memar di badan," ujarnya.
Polisi menyebut hasil penyelidikan dan rekaman CCTV mengarah pada dugaan tiga orang pelaku yang terlibat aktif melakukan pemukulan.
Saat ini dua orang pelaku telah ditangkap, dan salah satunya merupakan suami dari ibu yang ditegur korban.
"Sampai dengan saat ini itu kan dari hasil lidik dan CCTV itu diduga pelaku yang aktif melakukan pemukulan itu tiga orang. Tapi yang kita amankan sudah dua orang. Kalau berkembang atau besok mudah-mudahan bisa tertangkap pelaku semuanya," jelasnya.
"Iya dong (suami ibu tersebut turut diamankan) dia memang yang paling aktif untuk melukai korban," tambahnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.