Lebih lanjut Yandri mengungkap kronologi Khairun Nisya tertipu. Awal mulanya, yang bersangkutan dari daerah Palembang menuju Jakarta untuk mendaftar jadi pramugari.
“Yang bersangkutan itu dulu kan orang Palembang, maksudnya tinggal di Palembang. Dia ke Jakarta, izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari,” terang Yandri.
Baca Juga:
Wanita Mengaku Pramugari Batik Air Diperiksa Polisi Bandara Soetta, Ini Motifnya
Kemudian korban dikenalkan oleh rekannya, dengan seseorang yang mengaku bisa memasukkan menjadi pramugari. Setelahnya korban memberikan uang, tapi ternyata ditipu.
“Di Jakarta dia ketemu seseorang yang kemudian menawarkan bisa memasukkan (jadi) pramugari. Dengan memberikan sejumlah uang. Akhirnya dia ikutilah orang itu, ternyata gagal,” ucap Yandri.
“Nah, karena dia keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, ya dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja. Sehingga pada saat pulang kemarin, dan di medsos-nya dia juga posting gitu, biar orang tuanya tahu, keluarganya tahu, dia memang betul-betul pramugari,” jelasnya.
Baca Juga:
Viral Pramugari Batik Air Diduga Gadungan di Media Sosial
Atas peristiwa ini, Yandri mengimbau kepada masyarakat, terutama yang ingin mendaftar menjadi pramugari, untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Untuk diketahui, Nama Khairun Nisya tengah menjadi sorotan publik, usai aksi nekatnya menjadi pramugari gadungan Batik Air terbongkar dan viral di media sosial.
Demi menjalankan aksinya, Nisya sampai memakai atribut pramugari maskapai Batik Air, mulai dari atasan kebaya putih, bawahan batik merah, rambut cepol rapih, hingga ID card atau tanda pengenal maskapai tersebut.