WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menjelang meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah melalui Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap aman dan terjaga, termasuk di wilayah Sulawesi.
Sebagai bagian dari upaya pemantauan langsung di lapangan, Wakil Menteri ESDM yang diwakili oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga:
Kemenko PMK Dorong Kebijakan Kepemudaan Lebih Terarah dan Terukur
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan distribusi serta stok energi seperti bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), dan pasokan listrik tetap stabil menjelang periode mudik dan perayaan Idulfitri.
Dalam kegiatan tersebut, Lubis bersama sejumlah instansi terkait melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah fasilitas energi, termasuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta pusat pengaturan kelistrikan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Sulawesi berada dalam kondisi cukup dan distribusinya berjalan lancar.
Baca Juga:
Kemkomdigi Terima 362 Masukan Publik untuk Perkuat Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Saat melakukan peninjauan di SPBU 74.901.15, Lubis menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri.
"Tadi sudah kita cek ketersediaan LPG, BBM cukup. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami datang bersama BPH Migas, Badan Pengawas Hilir Migas, dari Ditjen Migas, dari Pertamina Patra Niaga, dari Dewan Energi Nasional, Jadi lengkap untuk memastikan tadi bahwa memang kebutuhan saudara-saudara kita dalam rangka Ramadan dan Idulfitri 1447 H ini, bisa terlaksana dengan baik," ujarnya ketika meninjau SPBU pada Jumat (13/3/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun bahan bakar karena pasokan terus diperbarui melalui distribusi yang berjalan secara berkala.
"Stok (BBM dan LPG) kita cukup, karena kapal (pengangkut BBM dan LPG) datang terus. Jadi stok itu berkurang kalau tidak ada tambahan. Tapi kalau datang terus, tidak ada masalah. Jadi itu seluruh Indonesia juga aman," jelasnya.
Sementara itu, dari pihak Pertamina, Direktur Pemasaran Korporat PT. Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama Ramadan dan Idulfitri.
Tim Pertamina Patra Niaga di wilayah regional Sulawesi telah melakukan pengecekan pada sejumlah terminal energi guna memastikan stok BBM dan LPG tersedia dalam jumlah yang memadai.
"Teman-teman Patra Niaga di Region sini pun sudah mengantisipasi untuk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya tahun ini," ujarnya.
Di wilayah Sulawesi Selatan sendiri tercatat terdapat 248 SPBU reguler yang melayani kebutuhan BBM masyarakat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 SPBU berada di Kota Makassar, sementara 121 SPBU lainnya tersebar di sejumlah jalur wisata dan jalur utama perjalanan masyarakat, seperti kawasan Malino-Gowa, Bantimurung dan Leang-Leang di Kabupaten Maros, hingga kawasan wisata Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba.
Untuk distribusi LPG, terdapat 239 agen resmi yang didukung oleh 13.743 pangkalan LPG siaga yang siap melayani kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, kuota LPG 3 kilogram yang dialokasikan untuk Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2026 mencapai 289.784 metrik ton.
Selain memastikan ketersediaan BBM dan LPG, tim posko juga melakukan peninjauan terhadap kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah fasilitas Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) milik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) yang berada di Makassar.
Berdasarkan hasil evaluasi dan pemaparan data sistem kelistrikan, Lubis menyampaikan bahwa kondisi pasokan listrik di wilayah Sulawesi berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang cukup besar.
"Alhamdulillah tadi kami diskusi lihat data Kondisi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat ini Tenggara juga aman, karena itu yang baru terintegrasi dengan sini. Dan malah lebih dari cukup punya cadangan yang bagus, jadi masyarakat semuanya yang khususnya di Sulawesi ini yang sedang menjalani Ramadhan dan juga Idulfitri tidak perlu khawatir, pasokan listrik akan tersedia dan PLN juga siaga 24 jam," ujarnya pada Sabtu (14/3/2026).
General Manager PT PLN (Persero) UID Sulselrabar, Edyansyah, menambahkan bahwa konsumsi listrik pada saat puncak perayaan Idulfitri diperkirakan mengalami penurunan sekitar 5 persen.
Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat melakukan perjalanan mudik atau aktivitas industri yang berkurang selama libur lebaran.
Menurutnya, beban listrik yang biasanya mencapai sekitar 1.900 megawatt diperkirakan turun menjadi sekitar 1.700 megawatt saat Idulfitri.
Sementara itu, kapasitas pembangkit listrik yang tersedia mencapai 2.300 megawatt, sehingga masih terdapat cadangan daya lebih dari 500 megawatt.
PLN juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk mengantisipasi potensi gangguan listrik selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri.
Fasilitas yang disiagakan antara lain generator set (genset), Uninterruptible Power Supply (UPS), gardu bergerak, crane, kendaraan operasional, serta tim teknis khusus yang mampu melakukan pekerjaan dalam kondisi jaringan listrik masih bertegangan.
Secara keseluruhan, hasil peninjauan Tim Posko Nasional ESDM menunjukkan bahwa pasokan energi di wilayah Sulawesi, baik BBM, LPG, maupun listrik, berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menggunakan energi secara bijak agar distribusi energi dapat berjalan lancar dan merata selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]