WahanaNews.co | Keberanian Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga
kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari aktivitas militer
asing benar-benar patut diacungi jempol.
Kali ini, baru saja
salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, yakni KRI Todak-631, yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) I, menempel kapal perang militer
Thailand di Perairan Selat Singapura, atau sekitar timur laut suar Karang
Banteng.
Baca Juga:
TNI Bubarkan Nobar Film “Pesta Babi”, Komnas HAM: Cederai Hak Warga
Tak tanggung-tanggung, berdasarkan
keterangan resmi TNI AL, ada tiga kapal perang militer Thailand yang berhadapan
langsung dengan KRI Todak-631 yang dikomandani Letnan Kolonel Laut (P) Anro
Casanova.
Ketiga kapal perang militer Thailand
itu yakni RTN-422 (HTMS Taksin) Class
Frigate, RTN-442 (HTMS Sukhothai) Class
Corvette, dan RTN-911 (HTMS Chakri Naruebet) Class STOL Carrier.
Aksi berani KRI Todak-631 ini adalah
wujud eksistensi kehadiran di wilayah kedaulatan RI dengan melaksanakan
komunikasi channel 16 kemudian pindah
ke channel 17.
Baca Juga:
Danpusterad Pimpin Acara Sertijab dan Tradisi Satuan
Dari komunikasi baik itu, diketahui bahwa ketiga kapal perang militer Thailand sedang
melaksanakan konvoi dari Phang Nga Navy Base menuju Songkhla Naval Base, dilanjutkan Flashex terhadap RTN422 dan RTN-442.
Hasil pengamatan diperoleh informasi, pergerakan konvoi kapal perang Thailand RTN-422 (HTMS Taksin)
Halu 055, Cepat 14 knots, RTN-442 (HTMS Sukhothai), RTN-911 (HTMS Chakri
Naruebet).
Sementara itu, menurut
Panglima Koarmada I, Laksamana Muda Abdul Rasyid, apa yang dilakukan KRI Todak
dalam kegiatan rutin di perbatasan RI itu merupakan bentuk kesiagaan tinggi
mengantisipasi berbagai dinamika yang terjadi.
"Seluruh aset baik KRI, MPA,
Helly serta fasilitas Surveillance System yang di bawah kendali operasi
Guskamla Koarmada I sampai saat ini mampu menciptakan situasi keamanan laut
aman dan terkendali," kata Pangkoarmada I.
Untuk diketahui, KRI Todak merupakan kapal patoli cepat TNI Angkatan Laut. Kapal ini
memiliki kemampuan anti-kapal permukaan.
Kapal buatan PT PAL ini bukan
sembarang kapal perang, di tubuhnya bersemayam meriam bofors SAK 57/70 dan SAK 40/70,
serta senjata penangkis serangan udara Rheinmetall. [dhn]