WahanaNews.co | Selama ini, bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara digunakan sebagai sumber bahan bakar dalam produksi listrik.
Padahal, hasil pembakaran bahan-bahan ini melepaskan gas-gas rumah kaca ke atmosfer, sehingga memicu terjadinya pemanasan global.
Baca Juga:
Lebaran Idulfitri 1446 H, PLN Jawa Barat Sukses Jaga Pasokan Listrik Andal
Banyak alternatif lainya yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunakan bahan bakar fosil.
Salah satunya adalah tenaga surya atau tenaga matahari.
Selain lebih ramah lingkungan, sinar matahari juga bisa didapatkan secara cuma-cuma, terutama di negara tropis seperti Indonesia.
Baca Juga:
Siaga Penuh, PLN Jabar Sukses Jaga Keandalan Listrik di Momen Lebaran Idulfitri 1446 H
Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), energi matahari pun bisa langsung dikonversi menjadi listrik untuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun perkantoran.
Sayangnya, minat masyarakat akan penggunaan PLTS masih rendah.
Alasan utamanya, karena panel solar dipatok dengan harga mahal, sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan listrik secara konvensional.