WAHANANEWS.CO - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat menyikapi polemik acara fun walk and run yang menuai protes peserta. Event Organizer (EO) penyelenggara dipanggil untuk memberikan klarifikasi, sementara Pemkot memastikan akan menjatuhkan sanksi berupa larangan menggelar kegiatan serupa di wilayah Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan pihak penyelenggara dijadwalkan memenuhi panggilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk memberikan klarifikasi pada Senin (3/8/2026).
Baca Juga:
IHSG Bangkit Setelah Enam Bulan Melemah, Data Ekonomi dan The Fed Jadi Penentu Arah
"Besok siang sudah dipanggil oleh Dispora untuk klarifikasi pihak penyelenggaranya," kata Pilar, Minggu (2/8/2026).
Pilar menegaskan Pemkot Tangsel akan memberikan sanksi kepada penyelenggara dengan melarang EO tersebut mengadakan kegiatan di wilayah Tangerang Selatan.
"Dan dipastikan EO terkait tidak boleh mengadakan event lagi di Tangsel," tegasnya.
Baca Juga:
Sumatera Barat Diguyur Hujan 126 Mm per Hari di Tengah El Nino Kuat, Ini Penjelasan BMKG
Ia menjelaskan Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak pernah menjalin kerja sama dengan penyelenggara dalam pelaksanaan acara tersebut, melainkan hanya menerima undangan untuk menghadiri seremoni pembukaan.
"Kemarin mengundang pemkot untuk hadir pembukaan, kami menginstruksikan Kabid Olahraga dari Dispora untuk ke sana cek pembukaan acara," ujarnya.
Pilar juga menegaskan pihaknya tidak mengetahui penggunaan logo Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam materi promosi maupun spanduk acara karena tidak ada dukungan anggaran ataupun fasilitas yang diberikan kepada penyelenggara.
"Ternyata ada mencantumkan logo Pemkot, padahal tidak ada anggaran atau fasilitasi dari Pemkot," ungkapnya.
"Tidak ada kerja sama. Pihak EO swasta, saya juga nggak kenal," sambung Pilar.
Sebelumnya, acara fun walk and run di Tangerang Selatan menjadi sorotan setelah video protes peserta viral di media sosial pada Minggu (2/8/2026). Dalam video tersebut, seorang peserta menyampaikan kekecewaannya menggunakan mikrofon dan menyatakan akan menempuh jalur hukum atas penyelenggaraan acara tersebut.
Orang tua peserta, Ramses, mengungkapkan peserta mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB, namun merasa ada kejanggalan karena tidak menemukan panitia penyelenggara di lokasi.
"Peserta berdatangan untuk start di jam 06.00 WIB, namun sudah timbul kecurigaan ketika tidak ada tanda panitia lomba satu pun, yang ada hanya bike marshall," kata Ramses.
Ia menambahkan para peserta yang berhasil mencapai garis finis tidak langsung menerima medali karena panitia menyampaikan medali masih dalam perjalanan dari Bandung.
Banyak peserta yang akhirnya memilih meninggalkan lokasi akibat kecewa. Sekitar pukul 09.00 WIB, sebuah kendaraan berpelat Bandung tiba membawa sekitar 900 medali finisher yang kemudian dibagikan kepada peserta yang masih bertahan di lokasi.
"Akhirnya sebagian peserta pulang. Jam 09.00 WIB datang mobil pelat Bandung membawa medali finisher infonya sejumlah 900-an dan membagikan kepada peserta yang masih ada di lokasi," ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]