WAHANANEWS.CO, Jakarta - Heboh di media sosial, susu gratis program pemerintah justru ditemukan dijual bebas di minimarket, memicu pertanyaan publik soal distribusi hingga kualitas produknya.
Produk ‘Susu Sekolah Program MBG’ kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warganet mengaku menemukan produk tersebut dijual di minimarket meski pada kemasannya tercantum jelas tulisan tidak untuk diperjualbelikan.
Baca Juga:
Dana Desa 2025, Pemdes Bottot Salurkan BLT dan Bantuan Susu Lansia
Temuan itu langsung memicu beragam reaksi publik sekaligus menimbulkan rasa penasaran terkait bagaimana produk yang diperuntukkan sebagai bantuan bisa beredar secara komersial.
“Agak kaget, syok nemu ini, padahal tertera ada tulisan SUSU GRATIS PROGRAM MBG, TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN, tapi kok bisa diperjualbelikan di minimarket,” tulis seorang netizen.
Produk susu kemasan 125 ml tersebut dilaporkan dijual dengan harga sekitar Rp4.000 per kemasan atau setara Rp138.000 per dus.
Baca Juga:
Lezat tapi Berisiko! Ini Fakta Teh Susu yang Jarang Diungkap
Menanggapi hal tersebut, pihak produsen PT Ultrajaya menyatakan tengah melakukan penelusuran terkait laporan yang beredar.
"Tim kami sedang melakukan pengecekan," kata Corporate Secretary PT Ultrajaya Herlina Widayana, Kamis (2/4/2025).
Ia menegaskan bahwa produk tersebut memang tidak diperuntukkan untuk dijual bebas karena merupakan bagian dari program makan bergizi gratis.
"Seharusnya tidak terjadi, karena peruntukannya jelas tidak untuk diperjualbelikan," ujarnya.
Pihak perusahaan juga belum memastikan adanya sanksi karena saat ini masih fokus menelusuri lokasi penjualan serta kemungkinan adanya oknum yang menyalahgunakan distribusi produk.
Di tengah polemik distribusi tersebut, perhatian publik juga tertuju pada komposisi produk yang tercantum pada kemasan.
Label menunjukkan bahwa susu tersebut mengandung 50 persen susu segar, yang berarti hanya separuh dari isi produk berasal langsung dari susu sapi segar.
Fakta ini kemudian memicu pertanyaan mengenai perbedaan antara susu dengan kandungan sebagian susu segar dan produk yang benar-benar berasal dari 100 persen susu segar.
Secara umum, susu segar merupakan hasil perahan sapi yang kemudian diproses melalui pasteurisasi atau sterilisasi untuk membunuh bakteri tanpa banyak mengubah komposisi alaminya.
Sementara itu, susu rekombinasi adalah produk yang dibuat dari pencampuran kembali bahan susu yang telah diproses sebelumnya seperti susu bubuk, lemak susu, atau protein susu dengan air dalam proporsi tertentu.
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebut jenis ini sebagai recombined milk, yakni susu yang dibentuk kembali dari komponen susu yang sudah mengalami pengolahan.
Dalam praktiknya, produk susu yang mencantumkan persentase tertentu dari susu segar umumnya merupakan hasil campuran antara susu asli dengan bahan lain seperti air atau padatan susu olahan.
Perbedaan ini menjadi penting bagi konsumen untuk memahami kualitas dan kandungan produk yang dikonsumsi, terutama ketika produk tersebut berasal dari program bantuan pemerintah.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]