WahanaNews.co | Jelang SEA Games ke-31 Vietnam, 12-24 Mei 2022, Indonesia melakukan perampingan atau mengurangi jumlah kontingen.
Sistem ramping dan efisien dipilih sebagai upaya terbaik menyiasati keterbatasan anggaran pemerintah.
Baca Juga:
Prabowo Isyaratkan Penghargaan Bonus Atlet di Asian Games Berpotensi Lebih Besar
“Kami perlu mengurangi jumlah kontingen, mengingat konsep di SEA Games ini konsep tempur, bukan latihan. Kami menggunakan skema ramping dan efisien,” kata Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Ferry Kono, melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/03/2022).
Keputusan ini merupakan hasil Rapat Komite Eksekutif akhir pekan lalu tentang beberapa poin penting.
Di antaranya hasil review cabang olahraga oleh Komisi Sport and Development, hingga opsi-opsi sebagai solusi keterbatasan anggaran.
Baca Juga:
PASI Kembali Tetapkan Luhut Binsar Pandjaitan Jadi Ketua Umum 2025-2029
Dengan skema ramping dan efisien, NOC Indonesia harus membatasi kuota pelatih hingga tenaga pendukung.
Penundaan SEA Games ke-31 dari tahun 2021 ke 2022, turut memengaruhi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) 2022 Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Sebab, Komisi X DPR RI telah menyetujui pagu definitif Kemenpora RI Tahun Anggaran 2022 sejak September 2021, dimana fokus Kemenpora adalah Asian Games 2022 Hangzhou.