Masa Reformasi
Baca Juga:
PLN Siapkan Skema Berlapis untuk Listrik Tanpa Padam di MotoGP Mandalika
Setelah meredup di akhir Orde Baru, jorjoran bonus kembali marak di masa Reformasi.
PON pertama di Surabaya meski minus Timor Timur yang lepas dari Indonesia dan menjadi Negara Timor Leste, tidak menyurutkan gairah daerah menjadi terhebat di olahraga, bahkan bonus atlet pun nilainya mencapai puluhan juta rupiah per keping medali emas.
Jawa Timur sebagai tuan rumah PON 2000, menjanjikan bonus besar bagi atlet peraih medali.
Baca Juga:
Tim Medis PON XX Papua Belum Terima Honor, DPR Papua Minta Audit
Satu medali emas perseorangan diganjar Rp 20 juta, perak Rp 7,5 juta, dan perunggu Rp 5 juta.
Sementara Jabar yang ingin mempertahankan peringkatnya menjanjikan peraih emas Rp 19 juta, perak Rp 11 juta, dan perunggu Rp 5 juta.
Adapun Papua, Bali, dan Jambi mengganjar peraih medali emas dengan uang Rp 15 juta.