Dengan adanya kepastian pendanaan melalui sistem multiyears, proses pembinaan dinilai akan berjalan lebih optimal dan berkesinambungan mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
"Bagi pencak silat, keberlanjutan pembinaan merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi. Oleh karena itu, dukungan pemerintah terhadap pelatnas multiyears menjadi langkah strategis yang memberikan kepastian program pembinaan sekaligus memperkuat ekosistem olahraga nasional dari tingkat daerah hingga nasional," ujarnya.
Baca Juga:
Raih 10 Emas, Kontingen Indonesia Posisi Ketiga Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022
Dukungan serupa juga datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto.
Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan pada Jumat, 26 Juni 2026, Airlangga menegaskan komitmen PB WI untuk mendukung penuh pelaksanaan program pelatnas jangka panjang beserta pembangunan akademi olahraga sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga nasional.
"Saya Ketua Umum PB WI menyambut baik dan mendukung penuh komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam menerapkan pelatnas jangka panjang dengan pendanaan multiyears dan akademi olahraga," ujar Airlangga.
Baca Juga:
PB WI Tambah Target Medali Emas dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022
Airlangga menjelaskan bahwa pembinaan atlet berprestasi tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Menurutnya, atlet membutuhkan proses latihan yang panjang, terstruktur, dan berkesinambungan sejak usia dini agar mampu mencapai level kompetisi dunia.
Karena itu, pembangunan akademi olahraga dinilai menjadi solusi yang tepat dalam menciptakan sistem pembinaan yang lebih terintegrasi.