Lebih lanjut, Menpora menilai penyelenggaraan lomba lari tersebut juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor sport tourism di Indonesia.
Menurutnya, wisata olahraga merupakan peluang baru yang dapat memberikan kontribusi ekonomi signifikan apabila dikelola secara optimal.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu tinjau Progres pembangunan KDKMP dan Jembatan Gantung di Kabupaten Bungo
Dengan kekayaan destinasi wisata, panorama alam, serta kuliner yang dimiliki Indonesia, olahraga dapat dikombinasikan dengan sektor pariwisata untuk menarik lebih banyak pengunjung.
“Ini angka-angka yang saya yakin dengan kolaborasi pemerintah, investasi swasta, dan daya beli masyarakat, dampaknya akan bagus. Belum lagi untuk industri olahraganya,” sebut Menpora Erick.
Menpora juga mendorong keterlibatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyediakan dukungan infrastruktur guna menunjang penyelenggaraan berbagai event olahraga berskala besar.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Apel KRYD Jelang Operasi Ketupat 2026
Langkah tersebut dinilai penting karena kegiatan olahraga juga dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah penyelenggara.
“Yang pasti kami mendukung, tidak akan mempersulit. Karena pertumbuhan sport tourism dan sport industry itu tidak mungkin 100 persen ditanggung pemerintah. Tetapi juga bagaimana sektor swasta dan masyarakatnya ikut berkontribusi,” tutur Menpora.
“Mudah-mudahan event ini bisa terus digelar dan kami akan bantu promosi juga di Indonesia Sports Summit untuk penyelenggaraan tahun depannya,” pungkas Menpora Erick.