Kondisi ini membuat De Oranje dinilai belum berada dalam posisi ideal untuk bersaing dengan negara-negara unggulan lainnya.
"Coba hitung berapa pemain yang benar-benar jadi pilihan pertama di klubnya. Dengan skuad seperti itu, Piala Dunia akan menjadi tantangan yang sangat berat," kata Driessen seperti dilaporkan RRI, Selasa 21 April 2026.
Baca Juga:
Disambut Hangat di Amsterdam, Presiden Prabowo Awali Misi Perkuat Diplomasi Indonesia-Belanda
Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Portugal dan Prancis, kekuatan lini tengah Belanda masih dianggap kalah matang.
Portugal, misalnya, memiliki kombinasi pemain seperti Vitinha, Joao Neves, dan Bruno Fernandes yang tampil konsisten di level tertinggi.
Sementara itu, Prancis bahkan dinilai mampu menyusun beberapa variasi lini tengah yang sama kuatnya dengan kedalaman skuad yang lebih merata.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Disambut Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch
Meski demikian, Belanda sebenarnya tampil cukup impresif pada babak kualifikasi dengan mencatatkan enam kemenangan dan dua hasil imbang di Grup G bersama Polandia, Finlandia, Malta, dan Lituania.
Namun, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan sesungguhnya, mengingat tingkat persaingan di grup tersebut dianggap belum terlalu kompetitif.
Tantangan yang lebih berat dipastikan akan dihadapi pada putaran final.