WAHANANEWS.CO, Jakarta - Polisi Belanda terpaksa menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air untuk membubarkan demonstrasi anti-imigrasi yang berubah ricuh di Den Haag pada Sabtu (20/9/2025).
Dalam bentrokan itu, sedikitnya 30 orang ditangkap sementara dua petugas dilaporkan terluka.
Baca Juga:
KUHP Baru Gantikan Warisan Kolonial Belanda, Disusun 63 Tahun
Sejumlah demonstran melempari aparat dengan batu dan botol hingga situasi semakin tidak terkendali.
Menurut laporan kantor berita ANP, sekitar 1.500 orang sempat memblokir jalan raya utama yang melintasi pusat kota.
Kerusuhan kian memanas ketika sebuah mobil polisi dibakar oleh massa di lokasi kejadian.
Baca Juga:
Disambut Hangat di Amsterdam, Presiden Prabowo Awali Misi Perkuat Diplomasi Indonesia-Belanda
Perdana Menteri Dick Schoof dengan keras mengutuk tindak kekerasan tersebut.
Ia menggambarkan aksi itu sebagai hal yang “mengejutkan, aneh, dan tak tahu malu.”
“Ini sama sekali tidak dapat diterima,” kata Schoof dalam keterangannya pada Minggu (21/9/2025).