WAHANANEWS.CO, Jakarta - Polisi Belanda terpaksa menembakkan gas air mata dan mengerahkan meriam air untuk membubarkan demonstrasi anti-imigrasi yang berubah ricuh di Den Haag pada Sabtu (20/9/2025).
Dalam bentrokan itu, sedikitnya 30 orang ditangkap sementara dua petugas dilaporkan terluka.
Baca Juga:
Penjara Kosong Bikin Belanda Pusing, Sampai Harus 'Impor' Narapidana dari Norwegia
Sejumlah demonstran melempari aparat dengan batu dan botol hingga situasi semakin tidak terkendali.
Menurut laporan kantor berita ANP, sekitar 1.500 orang sempat memblokir jalan raya utama yang melintasi pusat kota.
Kerusuhan kian memanas ketika sebuah mobil polisi dibakar oleh massa di lokasi kejadian.
Baca Juga:
Performa Gelandang Tak Stabil, Belanda Hadapi Tantangan Berat di Piala Dunia 2026
Perdana Menteri Dick Schoof dengan keras mengutuk tindak kekerasan tersebut.
Ia menggambarkan aksi itu sebagai hal yang “mengejutkan, aneh, dan tak tahu malu.”
“Ini sama sekali tidak dapat diterima,” kata Schoof dalam keterangannya pada Minggu (21/9/2025).