"Bahwa selama semuanya dapat dijaga dengan baik, kualitas pertandingan baik, keamanan baik, penempatan penonton tertata rapi, dan seluruh aspek dipastikan berjalan sesuai rencana, maka ini akan menjadi pertemuan dua kelompok suporter yang positif," harapnya.
Selain menyajikan pertandingan berkualitas, Piala Presiden 2026 juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di kota penyelenggara.
Baca Juga:
CSR Astra Group Akan Bangun Seribu Unit Rusun, Maruarar-Nusron Bakal Bagi-bagi SHM Gratis - Hunian Murah
Panitia melibatkan sebanyak 100 pelaku UMKM, masing-masing 50 pelaku usaha di Bandung dan 50 lainnya di Surabaya.
Seluruh peserta dipilih melalui proses kurasi agar produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan daya saing yang baik.
Panitia optimistis kehadiran puluhan ribu suporter, termasuk pendukung dari luar daerah, akan meningkatkan okupansi hotel, penggunaan transportasi, penjualan kuliner, hingga aktivitas berbagai usaha lokal lainnya selama turnamen berlangsung.
Baca Juga:
Menteri PKP Tekankan Transparansi Program BSPS di Sumedang, Serapan 42.508 Unit Jadi Perhatian
"Karena itu kami melibatkan UMKM dan berharap kehadiran suporter dari luar daerah dapat mendorong sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ada efek berganda (multiplier effect) yang ingin kami hadirkan," pungkasnya.
Seremoni pembukaan Piala Presiden 2026 juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sepak bola nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.