WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait resmi meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk wilayah Jawa Tengah dengan total sasaran sebanyak 30 ribu rumah pada tahun 2026.
Peluncuran program tersebut dilaksanakan di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Sabtu (9/5/2026).
Baca Juga:
Negara Hadir di Perbatasan, 15.000 Rumah Warga Siap Direhabilitasi Tahun 2026
Kegiatan peluncuran turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana, serta jajaran Kementerian PKP.
Selain itu, acara juga diikuti secara daring oleh para calon penerima bantuan BSPS dari 34 kabupaten dan kota di Jawa Tengah melalui Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Menteri PKP menegaskan bahwa program BSPS diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang benar-benar membutuhkan bantuan perbaikan rumah, terutama mereka yang masih tinggal di hunian tidak layak.
Baca Juga:
Tingkatkan Transparansi, Kemen PKP Sinergi dengan BPK Awasi Program Perumahan
“Program BSPS ini diberikan kepada masyarakat yang memang memenuhi syarat, yakni masuk kategori desil 1 sampai 4, belum pernah menerima bantuan perumahan, dan kondisi rumahnya memang tidak layak huni. Kami ingin bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran sehingga masyarakat bisa tinggal di rumah yang lebih layak, sehat, dan aman,” ujar Menteri PKP.
Ia menjelaskan, proses rehabilitasi rumah melalui program BSPS di Jawa Tengah akan dimulai secara serentak pada 15 Mei 2026 dan ditargetkan rampung pada 30 Juli 2026.
Khusus di Kabupaten Brebes, jumlah bantuan BSPS mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, jumlah bantuan tercatat hanya 20 unit, sedangkan pada tahun 2026 meningkat menjadi 600 unit yang tersebar di 11 kecamatan dan 15 desa.